Mengenal Skizofrenia, Kesulitan Membedakan Kenyataan Dan Khayalan

mengenal skizofrenia

Mengenal Skizofrenia, jenis penyakit gangguan jiwa ini sering ditandai dengan hilangnya kontak dengan kenyataan yang terjadi sehingga sulit untuk membedakan hal yang nyata dan hal yang sebenarnya tidak nyata.

Gangguan jiwa ini juga ditandai dengan beberapa karakteristik seperti kekacauan dalam berpikir, perilaku sosial, proses persepsi dan afeksi. Tanda utama yang bisa diketahui adalah gejala halusinasi dan delusi, kehilangan motivasi hingga pengabaian diri dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Untuk bisa mengetahui seseorang menderita skizofrenia maka diperlukan pemeriksaan dan diagnosa oleh dokter spesialis kejiwaan atau psikiater. Untuk bisa mengenal skizofrenia lebih jauh, kamu bisa menyimak informasi lengkapnya berikut ini.

Gejala Skizofrenia

Gejala awal yang terlihat dari penderita skizofrenia biasanya muncul pada usia dewasa muda, pada pria sekitar usia 20 tahun sementara pada wanita sekitar umur 20 tahun atau di awal 30 tahunan. Adapun secara umum sejumlah gejala yang nampak antara lain adalah:

  • Munculnya kecenderungan untuk mengasingkan diri dari orang lain.
  • Kurangnya motivasi dan kesulitan untuk konsentrasi.
  • Terjadi perubahan pada pola tidur.
  • Mengalami depresi dan mudah marah.
  • Merasa kesulitan mengerjakan tugas sekolah.

Sedangkan berdasarkan tipenya, gejala gangguan jiwa skizofrenia bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1. Gejala Positif

Yang dimaksud dengan gejala positif di sini adalah yang berkaitan dengan perubahan pola pikir dan perilaku yang dialami oleh penderita, diantaranya adalah:

  • Halusinasi

Halusinasi bisa diartikan sebagai suatu perasaan mengalami hal-hal yang sebenarnya tidak nyata, misalnya seperti mendengar bisikan-bisikan. Halusinasi ini merupakan jenis yang paling umum dirasakan oleh penderita skizofrenia.

  • Delusi

Delusi diartikan sebagai keyakinan terhadap suatu hal yang saling bertolak belakang dengan kenyataan. Misalnya merasa disakiti, diawasi ataupun diikuti. Gejala ini bisa mempengaruhi perilaku penderita skizofrenia.

  • Kekacauan Berpikir

Kesulitan konsentrasi pada penderita skizofrenia bisa menyebabkan tidak fokus bahkan saat melakukan aktivitas sederhana sekalipun. Itulah mengapa penderita skizofrenia mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dan mengingat.

  • Kekacauan Perilaku

Gejala ini bisa ditandai dengan perilaku motorik serta gerak tubuh yang tidak teratur dan tidak normal. Perilaku penderita skizofrenia juga bisa muncul tiba-tiba dan tak terduga seperti berteriak-teriak atau marah-marah tanpa alasan.

2. Gejala Negatif

Gejala negatif bisa muncul beberapa tahun sebelum gejala awal, seperti misalnya kehilangan motivasi, minat hingga ekspresi wajah. Gejala ini bisa muncul secara bertahap dan bisa semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Adapun gejalanya meliputi:

  • Respon emosi yang ganjil dan tidak sesuai dengan situasi.
  • Sulit untuk merasa senang dan puas.
  • Enggan bersosialisasi dan lebih suka berdiam diri di rumah.
  • Kehilangan motivasi dan minat pada berbagai macam aktivitas.
  • Terjadi perubahan pola tidur.
  • Tidak peduli  pada kebersihan diri dan penampilan.

Jenis-jenis Skizofrenia

Kita akan mengenal skizofrenia lebih jauh lagi. secara garis besar, skizofrenia dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu hibefrenik, skizofrenia katatonik, residual, skizoafektif dan skizofrenia paranoid. Berikut ini adalah penjelasan dari kelima tipe skizofrenia tersebut.

1. Hibefrenik

Pada tipe ini penderita skizofrenia menunjukkan perilaku yang kacau serta pembicaraan yang tidak terorganisasi atau tidak berhubungan. Tipe ini disebut-sebut sebagai bentuk skizofrenia yang paling parah.

2. Katatonik

Pada tipe ini terjadi perlambatan atau penurunan aktivitas pada penderita skizofrenia. Mereka cenderung enggan bergerak dan tidak merespon kehidupan yang ada di sekitarnya. Sementara postur tubuh dan ekspresi wajah menjadi kaku dan tidak normal.

3. Residual

Pada tipe ini gejala positif mengalami penurunan dan bahkan terhenti sama sekali. Namun justru muncul gejala negatif seperti kurang inisiatif, pasif, penurunan psikomotor dan kehilangan gairah hidup.

4. Skizoafektif

Kondisi ini merupakan kombinasi gejala skizofrenia dengan gangguan afektif secara bersamaan. Misalnya munculnya halusinasi yang disertai kecemasan, depresi, amarah hingga histeria.

5. Paranoid

Pada tipe ini penderita skizofrenia memiliki kecenderungan berhalusinasi dan merasa mendengar bisikan-bisikan yang tidak didengar orang lain. Mereka juga merasa gelisah serta merasakan kebingungan yang tidak realistis.

Baca Juga: Maladaptive Daydreaming, Ketika Melamun Lebih Menyenangkan

Penyebab Skizofrenia

Meskipun belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama dari skizofrenia, namun beberapa faktor berikut ini dianggap menjadi penyebab munculnya gangguan jiwa tersebut.

1. Faktor Genetik

Penderita skizofrenia bisa menurunkan resiko sekitar 10% pada keturunannya, sedangkan jika kedua orangtuanya penderita skizofrenia maka resiko tersebut bisa meningkat hingga 40%. Sementara untuk anak kembar maka resikonya bisa 50% lebih besar.

2. Komplikasi Kehamilan dan Persalinan

Beberapa kondisi yang terjadi saat kehamilan seperti terkena paparan virus atau racun, kekurangan nutrisi atau penyakit tertentu pada ibu hamil serta komplikasi saat persalinan bisa menjadi penyebab munculnya gangguan skizofrenia.

3. Faktor Kimia pada Otak

Adanya ketidakseimbangan kadar dopamin dan seretonin pada otak juga bisa menjadi salah satu sebab skizofrenia. Kedua hormon tersebut berfungsi mengirimkan sinyal antar sel-sel di dalam otak.

Penderita skizofrenia diketahui memiliki struktur dan fungsi otak yang berbeda dari orang normal, yaitu ventrikel otak yang lebih besar, lobus temporalis yang lebih kecil serta sel-sel otak yang koneksinya lebih sedikit.

Kelebihan Skizofrenia

Memang jika dilihat sebagai gangguan mental, penderita skizofrenia cenderung memilik perilaku dan sikap yang tidak normal. Namun tahukah kamu jika di sisi lain skizofrenia juga memiliki kemampuan otak yang luar biasa?

Beberapa seniman ternama dunia bahkan diketahui sebagai pengidap skizofrenia, diantaranya adalah Voncent van Gogh, Camille Claudel, Syd Barret, Vaslav Nijinsky, hingga Eduard Einstein.

Pekerjaan untuk Penderita Skizofrenia

Adanya stigma yang beredar di masyarakat bahwa penderita gangguan mental skizofrenia tidak mampu bekerja memunculkan masalah tersendiri karena mereka tidak bisa menjadi pribadi yang mandiri dan tergantung pada orang lain.

Memang ada kecenderungan penderita skizofrenia merasa kurang nyaman bekerja di dalam tim dan harus berjuang mengatasi berbagai macam gejala yang muncul seperti halusinasi, delusi, depresi dan lain-lain. Namun yang pasti penderita skizofrenia bisa tetap produktif selama mendapatkan dukungan.

Mengenal skizofrenia dengan baik dapat melakukan pencegahan hingga pengobatan sebagai upaya agar gangguan skizofrenia tidak kambuh merupakan hal yang sangat penting. Dengan begitu maka penderita skizofrenia bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Total
2
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article
passive income mahasiswa

Cara Mendapatkan Passive Income Dengan Mudah di 2022

Next Article
aplikasi self reflection untuk kesehatan mental

Aplikasi Self Reflection, Membantu Memperbaiki Kesehatan Mental

Related Posts