Aplikasi Self Reflection, Membantu Memperbaiki Kesehatan Mental

aplikasi self reflection untuk kesehatan mental

Aplikasi Self Reflection – Belakangan ini, banyak orang yang merasa bahwa kesehatan mentalnya memburuk karena terlalu sibuk bekerja atau belajar. Kehidupan orang di masa ini memang sudah jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu di mana teknologi belum secanggih sekarang.

Tahukah kamu bahwa smartphone yang kamu miliki saat ini sebenarnya dapat membantu kamu dalam banyak hal. Termasuk dalam memperbaiki kualitas hidup dan menjaga kesehatan mental. Hal ini dapat terjadi karena bantuan dari aplikasi self reflection yang dapat dijumpai di Playstore dan Appstore.

Apa Itu Aplikasi Self Reflection?

Aplikasi self reflection sendiri masih belum begitu populer di Indonesia. Namun di negara barat, khususnya Amerika, penggunaan aplikasi self reflection sudah cukup populer. Tak sedikit pula masyarakat yang menggunakan aplikasi sejenis ini dan memberikan testimoni.

Aplikasi self reflection dikembangkan untuk membantu pengguna dalam merefleksikan diri mereka. Ada beragam jenis fitur yang dapat dipakai oleh pengguna. Misalnya jurnal harian, questions and answers, life cycle, dan sebagainya.

Aplikasi Self Reflection

Berikut ini ada beberapa aplikasi self reflection yang tersedia di internet. Untuk mengetahui manfaat dari aplikasi tersebut, di bawah ini juga disertakan testimoni dari para pengguna yang merasa terbantu berkat aplikasi tersebut.

Life Cycle

Salah satu aplikasi yang termasuk dalam kategori self reflection adalah Life Cycle. Aplikasi ini digunakan untuk mencatat bagaimana seseorang menghabiskan waktunya dalam sehari. Ada berbagai metode yang digunakan untuk mencatatnya, antara lain:

  • Fitur geo tagging atau penanda lokasi untuk mengetahui tempat yang dikunjungi oleh pengguna.
  • Catatan yang diinputkan sendiri oleh pengguna.
  • Mendeteksi aktivitas digital di smartphone.

Aplikasi Life Cycle akan memberikan hasil pencatatan berupa diagram lingkaran, lengkap dengan aktivitas dan durasi waktu yang kamu habiskan untuk melakukan aktivitas tersebut. Life Cycle juga akan membandingkan catatanmu dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun.

Berdasarkan catatan ini, pengguna akan mengetahui aktivitas apa yang paling banyak menyita waktunya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini dapat dijadikan evaluasi diri sehingga dapat menjadi individu yang lebih baik di kemudian hari. Berikut ini adalah testimoni yang diberikan oleh pengguna aplikasi Life Cycle.

Testimoni Pengguna Life Cycle

Fatima merupakan seorang wanita berusia 23 tahun asal Bahrain. Dirinya menginstall aplikasi Life Cycle setelah dirinya selesai menempuh studi di Perancis. Dirinya berencana untuk mengunjungi kakek neneknya di Bahrain.

Namun berdasarkan aplikasi Life Cycle, Fatima justru lebih banyak menghabiskan waktu di kafe untuk sekadar nongkrong pada satu bulan pertama. Hal ini kemudian membuatnya sadar bahwa dirinya harus menghabiskan waktu lebih lama bersama nenek kakek di bulan berikutnya.

Tak hanya sampai di situ, Fatima juga mengandalkan aplikasi ini untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Dirinya mengatakan Life Cycle membuatnya sadar masih hidup hingga hari ini dengan melihat bahwa dirinya sudah berkunjung ke lokasi baru dan menghabiskan waktu bersama orang tersayang.

Reflecty

Reflecty punya konsep yang sedikit berbeda jika disandingkan dengan Life Cycle. Aplikasi ini lebih fokus pada pencatatan jurnal. Setiap hari, pengguna diminta untuk menuliskan catatan harian.

Pada aplikasi tersebut juga tersedia check box yang akan tercentang ketika pengguna sudah menulis catatan atau jurnal pada hari tersebut. Jika pengguna belum menuliskan jurnalnya, Reflecty akan memberikan pemberitahuan.

Aplikasi ini sebenarnya tersedia secara gratis, namun fiturnya terbatas. Jika ingin mendapatkan fitur yang premium, kamu harus membayar biaya langganan. Meski hanya berupa aplikasi jurnal, rupanya Reflecty memberikan pengaruh yang positif bagi penggunanya.

Testimoni Pengguna Reflecty

Berikut ini adalah testimoni dari para pengguna aplikasi Reflecty yang sudah merasakan dampak baik dari aplikasi tersebut.

  • Scott

Scott merupakan pria yang berasal dari Alabama, Amerika Serikat. Pria ini berusia 23 tahun dan sedang mencari layanan refleksi untuk memperbaiki kesehatan mentalnya. Pria ini punya kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan kerjanya.

Hal ini membuat dirinya merasa stres. Bahkan dokternya mendiagnosis bahwa Scott mengidap anxiety atau gangguan kecemasan. Dokter menyarankan dirinya untuk mendapatkan bantuan profesional. Sayangnya, biasanya cukup mahal.

Oleh karena itu, dia mencari alternatif lain untuk merilis stresnya. Akhirnya Scott menemukan aplikasi Reflecty dan menggunakannya secara religius. Dia menciptakan pikiran yang positif dengan terus menulis jurnal di aplikasi ini setiap hari.

Aplikasi Reflecty digunakan oleh Scott untuk mengungkapkan berbagai hal yang tidak bisa ia ungkapkan kepada orang lain. Scott merasa bahwa Reflecty merupakan tempat yang tepat untuk meluapkan kemarahannya.

  • Kate

Satu lagi pengguna yang merasakan dampak positif dari aplikasi Reflecty adalah Kate. Dirinya mengungkapkan bahwa beban yang ada di pundak perlahan menghilang karena dapat ditumpahkan dengan menulis jurnal pada aplikasi Reflecty.

Baca Juga: Mengenal Skizofrenia, Kesulitan Membedakan Kenyataan dan Khayalan

10Q

Satu lagi aplikasi self reflection yang tidak kalah bagusnya adalah 10Q. Aplikasi ini juga punya konsep yang berbeda. Pengguna akan diminta untuk menuliskan hal-hal yang berkesan dalam hidupnya hari ini.

Tulisan tersebut kemudian disimpan dan dikunci oleh sistem aplikasi 10Q. Setahun kemudian di hari yang sama, aplikasi 10Q akan menampilkan kembali tulisan tersebut sehingga pengguna bisa membacanya.

Sistem seperti ini membantu pengguna untuk merefleksikan diri mereka mengenai perubahan-perubahan yang sudah terjadi sejak setahun ke belakang hingga hari ini.

Aplikasi ini lebih cocok untuk kamu yang ingin mengetahui bagaimana kehidupanmu di masa lalu. Kemudian melakukan evaluasi untuk mengetahui apakah diri kamu sudah berubah ke arah yang lebih baik?

Life Cycle, Reflecty, dan 10Q adalah rekomendasi aplikasi yang bagus untuk self reflection. Kalau kamu ingin meningkatkan kualitas hidup, mungkin dapat menginstall salah satunya.

Total
18
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article
mengenal skizofrenia

Mengenal Skizofrenia, Kesulitan Membedakan Kenyataan Dan Khayalan

Next Article
cara download video tiktok tanpa watermark

7 Cara Mudah Download Video Tiktok Tanpa Watermark

Related Posts